Kamis, 05 Februari 2015

160°

Entah sampai kapan aku berdiri di persimpangan yang sama, menunggu cinta kembali.

Jika ada orang terbodoh mungkin itu aku, menunggu cinta kembali.

Berkali kau berpaling kearah ini berkali juga otakku memanggil memori yang ku sembunyikan
saat ku mulai tersadar ternyata kau hanya berpaling dalam mimpiku

Berkali bunga-bunga itu mencoba menarik perhatianmu, berkali itu juga pertahananku runtuh
menyaksikan begitu bahagianya bunga itu menjadi bagian hidupmu

Setiap kali kualunkan syair indah tentangmu pada-Nya setiap kali itu juga kau terasa lebih dekat

Tiap kedipan mataku aku takut jika saat kau kembali dan mataku tak mengenalimu lagi
mengenali sorotan tajam yang selalu menghangatkan.

Selalu ku hitung kembali setiap moment indah yang mungkin hanya untukku,
karna ku kehabisan akal untuk memerintahkan otakku menyembunyikan semua kenangan itu.

Mungkin aku hanya setitik tinta putih yang pernah hadir dalam hidupmu

Mungkin aku adalah pena tertutup yang selalu bersahabat dengan kertas,
tapi tak akan kau biarkan ikut memberi warna dalam hidupmu.

Atau mungkin aku hanya coretan tinta yang sangat ingin kau hapus dari kertas indahmu.

Katakan hold on maka aku akan tetap disini.

I beg you to show me where is the right way for me