Senin, 27 Juli 2015

Berbeda tapi Tujuan sama

Agama
Satu kata yang dapat memecah-belah suatu ikatan antar manusia
Entah mulai kapan sejarah agama tersebut muncul
Dipakasa dan memaksa tidak lagi perlu ditutup-tutupi
Meskipun banyak orang berkata bahwa semua agama memiliki tujuan yang sama
Mengapa masih ada keributan antar umat beragama ?
Kurangnya pengetahuan agama yang dianut pribadi, menjadi sasaran oknum tidak bertanggung-jawab
Fanatisme pada agama yang dianut pribadi pun bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri bahkan orang lain

Lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan yang setiap pribadinya memiliki agama yang berbeda membuatku terbiasa
Saling menghormati saat ibadah dan hari raya satu sama lain dulu sangat kental terasa.
Kini, banyak sekali faham yang membuatku bingung bagaimana cara bersikap
Sering kali aku bertanya pada orang lain tentang cara menghargai agama lain, tapi semuanya membuatku tidak puas.
Masing-masing individu memiliki pemikiran bahwa 'agama lainlah yang harus menghargai agama saya'
Sampai akhirnya kata-kata yang saya benci muncul 'agamamu agamamu, agamaku agamaku'
Sejak kalimat itu muncul ucapan ketika hari raya seakan hampa, dan omong kosong
Jika setiap orang berpikiran demikian betapa tak berartinya kata toleransi beragama

Bom, Pembakaran, dan Perusakan tempat ibadah oleh oknum yang beragama tertentu membuat cap buruk tentang agama tersebut melekat.
Susahnya pengurusan izin mendirikan tempat agama yang tidak sesuai dengan mayoritas agama di tempat tersebut juga menjadi permasalah di negara ini.
Sang Garuda di dinding mungkin sedang menertawakan kita
Untuk apa pendahulu kita bersusah payah merumuskan semuanya dan kita dengan mudahnya melunturkan semangat toleransi tersebut

Agama adalah suatu keyakinan tentang cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan untuk memastikan kita ada salah satu dalam surgaNya
Keyakinan itu datang dari hati nurani
Hati nurani dapat kita dengar. Merenung sendiri adalah cara yang tempat apa keinginan hati nurani kita.
Keyakinan layaknya kertas putih
Ketika telah tertulis, dan kau ingin menggantinya maka akan berbekas
Serupa dengan agama
Jika suatu keadaan menuntutmu mengganti agamamu, maka suatu hari saat kau telah lepas dari tuntutan itu bekas itu akan kau tulis ulang
Meski sebagian besar agama diturunkan dari orang tua, percayalah saat panggilan itu datang kau akan dengan mantap memilih yang harusnya kau pilih.
Dan ketika kau telah menentukan, jangan mencoba menggantinya
Karena sebenarnya bukan kita yang memilih keyakinan tersebut melainkan telah diatur olehNya.