Rabu, 27 April 2016

when the mask falls off

Semakin dewasa, kelak kamu akan menyadari bahwa dunia tak sesempit ketika bermain petak umpet.
Yap, semua orang tahu bahwa dia akan menemukan semua hal baru.
Seperti hal kebencian.
19 tahun sudah ku menapak pada bumi ini, dan tak sekalipun kebencian orang lain kurasakan dalam diriku.
Tapi cinta, ya cinta. Musuh dalam selimut yang kapan saja akan menerkam
Bukan karena cinta yang aku miliki, kini ku berada dipusaran api kebencian yang ingin sekali terluapkan.
Kisah cinta orang lain itu yang menjerumuskanku bersama dengan pikiran dan akal sehatku dalam amarah
Selama kemarahanku masih dapat kukendalikan dengan untaian kata-kata ini, tak perlu ada kekhawatiran.
Tapi suatu hari nanti aku takut, dari lubuk hatiku terdalam aku takut, takut kehilangan salah satu sahabat terbaikku.
Dialah kebahagianmu, ajarilah dia bagaimana menghargai dunia dengan segala organ yang dia miliki.
Dan kini, waktuku untuk melangkah dan mencari zona nyamanku.
Tanpa kebencian dendam amarah dan dengki
Mungkin lebih baik jika ku merelakan sahabatku pergi, membuat tembok setinggi mungkin hingga tak mungkin lagi dapat ku lampaui.
Agar dirinya tak lagi melihatku sebagai kebencian.