Jumat, 05 Mei 2017

love ain't simple

Tak terasa aku ada di satu titik yang pernah ku intip  5 tahun yang lalu.
Mengejar matahari, menikmati petrichor, memuji senja dan membenci hujan di tanah orang.
Lebih dari sewindu telah kulepaskan bayangan yang menghalangi terangku.
Tapi yang tak pernah kubayangkan aku mendapatkan pelukis senyumku di sini.


Kembali ku rangkai petal yang berserakan di hatinya,
Menghapus kelamnya kabut hitam dalam matanya,
dan menularkan kesabaran dalam sela kebiasaanya.
Mungkin aku terlalu asik menata dan mengindahkan taman hidupnya,
hingga terkadang kesepian berjalan dicelah kekosongan yang aku sendiri tak paham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar